عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَامَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى
عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ فَذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ إِنِّي
لَأُنْذِرُكُمُوهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ
لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنِّي سَأَقُولُ لَكُمْ فِيهِ
قَوْلًا لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ تَعْلَمُونَ أَنَّهُ أَعْوَرُ
وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
4757.
Dari Ibnu Umar RA, ia berkata, "Suatu hari Rasulullah SAW berdiri
dihadapan orang-orang, kemudian beliau memuji Allah SWT dan menjelaskan
tentang Dajjal. Beliau bersabda, 'Aku sungguh-sungguh memberikan
peringatan kepada kalian. Tidak ada seorangpun Nabi kecuali ia telah
memberikan peringatan kepada kaumnya. Nabi Nuh AS telah memberikan
peringatan kepada kaumnya, namun aku akan memberikan penjelasan kepada
kalian tentang satu permasalahan yang belum pernah diungkap oleh seorang
nabi-pun kepada kaumnya sebelum ini, Sesungguhnya ia (Dajjal) itu
bermata juling, sedangkan Allah SWT tidaklah bermata juling. " Shahih: Muttafaq 'Alaih, Qishshah Dajjal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar