عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ النَّاسُ
يَتَسَاءَلُونَ حَتَّى يُقَالَ هَذَا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ فَمَنْ
خَلَقَ اللَّهَ فَمَنْ وَجَدَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ آمَنْتُ
بِاللَّهِ
4721. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya
manusia tidak akan pernah berhenti bertanya-tanya. Hingga dikatakan,
"Ini adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah. " Lalu siapakah yang
menciptakan Allah SWT?" Jika salah seorang diantara kalian mengalami
kondisi yang demikian, maka segeralah mengucapkan, "Amantu billah" (Aku
beriman kepada Allah SWT)." Shahih: Ash-Shahihah (116-117) Muslim dengan redaksi yang hampir sama, namun ada perbedaan sedikit dalam riwayat ini, dan terdapat pada kalimat, "Mintalah perlindungan kepada Allah SWT."
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فَذَكَرَ
نَحْوَهُ قَالَ فَإِذَا قَالُوا ذَلِكَ فَقُولُوا اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ
الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
ثُمَّ لِيَتْفُلْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ مِنْ
الشَّيْطَانِ
4722. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,....
(kemudian Abu Hurairah RA meriwayatkan hadits yang serupa dengan di
atas). Ia berkata, "Jika mereka berkata hal yang demikian, maka
ucapkanlah oleh kalian, ""Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah
Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan
tiadapula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan
Dia.' Setelah itu, meludahlah ke arah kiri sebanyak tiga kali dan hendaknya memohon perlindungan kepada Allah SWT." Hasan: Ash-Shahihah (116).
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُذِنَ لِي أَنْ
أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلَائِكَةِ اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ
إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِ
مِائَةِ عَامٍ
4727. Dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Aku
diizinkan untuk menceritakan tentang kondisi salah satu Malikat
diantara malaikat-malaikat Allah SWT yang lain; yaitu malaikat Hamalatul
Arsy (pengusung Arsy), 'Sesungguhnya jarak antara ujung telinga bawah
malaikat dengan bahunya sejauh perjalanan tujuh ratus tahun'." Shahih: Al Misykah (5728). Ash-Shahihah (151).
أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقْرَأُ هَذِهِ الْآيَةَ { إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا إِلَى قَوْلِهِ تَعَالَى سَمِيعًا بَصِيرًا } قَالَ
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ
إِبْهَامَهُ عَلَى أُذُنِهِ وَالَّتِي تَلِيهَا عَلَى عَيْنِهِ قَالَ أَبُو
هُرَيْرَةَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقْرَؤُهَا وَيَضَعُ إِصْبَعَيْهِ قَالَ ابْنُ يُونُسَ قَالَ الْمُقْرِئُ
يَعْنِي إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ يَعْنِي أَنَّ لِلَّهِ سَمْعًا
وَبَصَرًا قَالَ أَبُو دَاوُد وَهَذَا رَدٌّ عَلَى الْجَهْمِيَّةِ
4728. Dari Abu Hurairah RA; ketika membaca firman Allah, "Sesungguhnya
Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,
dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya
kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang
sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi
Maha Melihat." (Qs. An-Nisaa' [4]: 58) Abu
Hurairah berkata, "Aku melihat Rasulullah SAW meletakkan ibu jarinya ke
telinga dan telunjuknya ke arah mata." Abu Hurairah RA menyatakan, "Aku
melihat Rasulullah SAW membaca ayat ini dan meletakkan jari-jemarinya
(menutup mata dan telinga)." Al Muqri berkata, "Firman Allah,
'Sesungguhnya Allah SWT Maha mendengar dan Maha melihat.' Maksudnya
adalah Allah SWT memiliki pendengaran dan penglihatan." Abu Daud
berkata, "Hadits ini merupakan bantahan terhadap kalangan Jahmiyyah. Shahih isnad.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar