عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ أَوْلَادِ
الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ
4711.
Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang nasib
anak-anak kecil yang orang tuanya musyrik." Rasulullah SAW menjawab,
"Sesungguhnya Allah SWT lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan." Shahih: 1; (207-211).
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ
يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَرَارِيُّ الْمُؤْمِنِينَ فَقَالَ هُمْ مِنْ
آبَائِهِمْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بِلَا عَمَلٍ قَالَ اللَّهُ
أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ
فَذَرَارِيُّ الْمُشْرِكِينَ قَالَ مِنْ آبَائِهِمْ قُلْتُ بِلَا عَمَلٍ
قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ
4712.
Dari Aisyah RA, ia berkata, "Aku pernah berkata kepada Nabi SAW, 'Wahai
Rasulallah, bagaimanakah nasib anak-anak kecil yang orang tuanya mukmin
(beriman)?' Beliau menjawab, 'Mereka bagian dari ayah-ayah mereka.' Kemudian
aku bertanya, '(Mereka masuk surga) Tanpa amal?" Rasulullah SAW
menjawab, "Allah SWT lebih tahu tentang apa yang akan mereka kerjakan."
Kemudian aku bertanya tentang anak-anak kecil keturunan orang-orang
musyrik. Beliau menjawab, 'Mereka bagian dari bapak-bapak mereka?' Aku
bertanya, 'Tanpa amal?' Beliau menjawab, "Allah SWT lebih mengetahui apa yang akan mereka kerjakan'. " Shahih isnad.
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ أُتِيَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَبِيٍّ مِنْ
الْأَنْصَارِ يُصَلِّي عَلَيْهِ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ طُوبَى
لِهَذَا لَمْ يَعْمَلْ شَرًّا وَلَمْ يَدْرِ بِهِ فَقَالَ أَوْ غَيْرُ
ذَلِكَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْجَنَّةَ وَخَلَقَ لَهَا
أَهْلًا وَخَلَقَهَا لَهُمْ وَهُمْ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ وَخَلَقَ
النَّارَ وَخَلَقَ لَهَا أَهْلًا وَخَلَقَهَا لَهُمْ وَهُمْ فِي أَصْلَابِ
آبَائِهِمْ
4713. Dari Aisyah RA, ia berkata,
"Ada seorang anak kecil dari kalangan sahabat Anshar yang dishalati
oleh Rasulullah SAW. Aisyah berkata, Aku katakan, 'Berbahagialah anak
ini, belum pernah melakukan perbuatan yang buruk dan belum mengenal
keburukan.' Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, "Atau tidak demikian
wahai Aisyah. Sesungguhnya Allah SWT menciptakan surga dan menciptakan
juga orang-orang yang bakal menjadi penghuninya. Allah SWT menciptakan
surga bagi mereka di saat mereka masih berada di sulbi orang tua mereka.
Dan Allah SWT menciptakan neraka dan menciptakan juga orang-orang yang
bakal menjadi penghuninya. Neraka bagi mereka diciptakan di saat mereka
masih berada di dalam sulbi ayah mereka. Shahih: Ibnu Majah (82) Muslim.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ
يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ
كَمَا تَنَاتَجُ الْإِبِلُ مِنْ بَهِيمَةٍ جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّ مِنْ
جَدْعَاءَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ مَنْ يَمُوتُ وَهُوَ
صَغِيرٌ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ
4714. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda,
""Setiap anak terlahir dalam kondisi fitrah, kedua orang tuanya-lah
yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani. Sebagaimana onta melahirkan
anaknya yang sehat, apakah kamu melihatnya memiliki aib? Mereka (para
sahabat) bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana dengan mereka yang
meninggal dunia saat masih kecil?' Rasulullah SAW menjawab, 'Allah SWT
lebih mengetahui apa yang mereka lakukan'." Shahih: At-Tirmidzi (2237) Muttafaq 'Alaih.
أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ سَمِعْتُ مَالِكًا قِيلَ
لَهُ إِنَّ أَهْلَ الْأَهْوَاءِ يَحْتَجُّونَ عَلَيْنَا بِهَذَا
الْحَدِيثِ قَالَ مَالِكٌ احْتَجَّ عَلَيْهِمْ بِآخِرِهِ قَالُوا
أَرَأَيْتَ مَنْ يَمُوتُ وَهُوَ صَغِيرٌ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا
كَانُوا عَامِلِينَ
4715. Dari Ibnu Wahb, ia berkata, "Aku pernah mendengar Malik ditanya oleh seseorang,
'Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti hawa nafsu mereka menjadikan
hadits ini sebagai hujjah atas kami.' Imam Malik menjawab, 'Bantahlah
hujjah mereka dengan kalimat terakhir dalam hadits!' Mereka bertanya
lagi, 'Bagaimana menurut anda dengan mereka yang mati saat masih kecil?'
Imam Malik menjawab, 'Allah SWT lebih mengetahui apa yang akan mereka
lakukan.' Shahih isnad, maqthu'.
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ الْمِنْهَالِ قَالَ سَمِعْتُ حَمَّادَ بْنَ سَلَمَةَ يُفَسِّرُ حَدِيثَ كُلُّ
مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ قَالَ هَذَا عِنْدَنَا حَيْثُ أَخَذَ
اللَّهُ عَلَيْهِمْ الْعَهْدَ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ حَيْثُ قَالَ { أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى }
4716 - Dari Hujjaj bin Al Minhal, ia berkata,
"Aku pernah mendengar Hammad bin Salmaah menafsirkan hadits, 'Setiap
anak terlahir dalam kondisi fitrah.' Ia berkata, 'Ini menurut pemahaman
kami adalah perjanjian yang Allah SWT ambil saat mereka berada di tulang
sulbi bapak-bapak mereka; disaat Allah SWT bertanya, "Bukankah Aku
Tuhanmu, mereka menjawab, 'Betul (Engkau Tuhan Kami)'. " (Qs. Al A'raaf
[7]: 172) Shahih isnad maqthu'.
عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَائِدَةُ وَالْمَوْءُودَةُ فِي النَّارِ
4717 . Dari Ibnu Mas'ud RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Wanita yang mengubur anaknya hidup-hidup dan yang dikubur berada di neraka'. " Shahih: Al Misykah (112).
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ
رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ أَبُوكَ فِي
النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى قَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ
4718.
Dari Anas RA, Sesungguhnya ada seorang lelaki bertanya kepada Nabi SAW,
"Wahai Rasulallah, dimana tempat bapakku?" Rasulullah SAW menjawab, "Ayahmu di neraka." Ketika orang tersebut hendak berlalu, beliau bersabda, "Sesungguhnya ayahmu dan ayahku berada di neraka. " Shahih: Muslim (11/131-133).
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
4719. Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya syetan berjalan dalam diri manusia sebagaimana mengalir darah (dalam tubuhnya)'. " Shahih: Muslim (7/8) Muttafaq 'Alaih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar