عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ
الْمُسْلِمَ إِذَا سُئِلَ فِي الْقَبْرِ فَشَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا
اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَذَلِكَ قَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ }
4750. Dari Barra' bin Azib, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seorang
muslim jika ditanya di dalam kuburnya, maka ia akan bersaksi bahwa
tidak ada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhamad SAW adalah
utusan-Nya. Demikinlah penjabaran dari firman Allah, "Allah meneguhkan
(iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh..." (Qs. Ibraahiim [14]: 27) Shahih: Ibnu Majah (4269).
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ إِنَّ
نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ نَخْلًا
لِبَنِي النَّجَّارِ فَسَمِعَ صَوْتًا فَفَزِعَ فَقَالَ مَنْ أَصْحَابُ
هَذِهِ الْقُبُورِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَاسٌ مَاتُوا فِي
الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
وَمِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ قَالُوا وَمِمَّ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ أَتَاهُ مَلَكٌ
فَيَقُولُ لَهُ مَا كُنْتَ تَعْبُدُ فَإِنْ اللَّهُ هَدَاهُ قَالَ كُنْتُ
أَعْبُدُ اللَّهَ فَيُقَالُ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ
فَيَقُولُ هُوَ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَمَا يُسْأَلُ عَنْ شَيْءٍ
غَيْرِهَا فَيُنْطَلَقُ بِهِ إِلَى بَيْتٍ كَانَ لَهُ فِي النَّارِ
فَيُقَالُ لَهُ هَذَا بَيْتُكَ كَانَ لَكَ فِي النَّارِ وَلَكِنَّ اللَّهَ
عَصَمَكَ وَرَحِمَكَ فَأَبْدَلَكَ بِهِ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ
دَعُونِي حَتَّى أَذْهَبَ فَأُبَشِّرَ أَهْلِي فَيُقَالُ لَهُ اسْكُنْ
وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ أَتَاهُ مَلَكٌ
فَيَنْتَهِرُهُ فَيَقُولُ لَهُ مَا كُنْتَ تَعْبُدُ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي
فَيُقَالُ لَهُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ فَيُقَالُ لَهُ فَمَا كُنْتَ
تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ
النَّاسُ فَيَضْرِبُهُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ بَيْنَ أُذُنَيْهِ
فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا الْخَلْقُ غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ
4751
- Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW
pernah masuk ke sebuah perkebunan Bani Najjar. Kemudian beliau mendengar
suara sesuatu dan beliau terkejut. Setelah itu, beliau bertanya, 'Siapakah
penghuni pekuburan ini?' Beberapa orang yang saat itu bersama Nabi
menjawab, 'Wahai Rasulullah, mereka adalah orang-orang yang meninggal
dunia pada masa Jahiliyah.' Maka Rasulullah SAW bersabda, "Berlindunglah
kalian kepada Allah SWT dari siksa neraka dan dari fitnah Dajjal.
"Mereka bertanya, "Dan selain itu wahai Rasulullah?" Rasulullah SAW
menjawab, "Apabila seorang mukmin telah diletakkan di dalam kuburnya,
maka datanglah seorang Malaikat kepadanya dan bertanya, 'Apakah yang
telah kau sembah?' apabila Allah memberinya petunjuk, maka ia akan
menjawab, Aku menyembah Allah!' Kemudian ia ditanya lagi, 'Siapakah
laki-laki ini?' Ia menjawab, 'Ia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.'
Setelah itu, ia tidak ditanya lagi. Kemudian ia dibawa menuju neraka.
Dan dikatakan kepadanya, 'Ini adalah rumah yang semula disediakan
untukmu, namun Allah melindungi dan memberimu rahmat lalu
menggantikannya untukmu sebuah istana di surga!" Kemudian orang mukmin
tersebut berkata, 'Biarkanlah aku pergi untuk mengabarkan berita gembira
ini kepada keluargaku.' Maka dikatakan kepadanya, 'Tetaplah di
tempatmu.' Dan apabila seorang kafir telah diletakkan di dalam kuburnya,
maka seorang Malaikat mendatanginya dan menghardiknya seraya berkata,
'Siapakah yang kau sembah?' ia menjawab, Aku tidak tahu.' Maka dikatakan
kepadanya, 'Kamu tidak tahu dan tidak akan mengikuti orang yang tahu!'
Kemudian ditanyakan lagi kepadanya, 'Siapakah laki-laki ini?' Ia
menjawab, 'Jawabanku sama seperti yang lain.' Maka Malaikat
menghantamnya dengan gada besi diantara kedua telinganya, hingga ia
melolong dan menjerit kesakitan dengan jeritan yang dapat didengar oleh
makhluk selain jin dan manusia." Shahih: Ash-Shahihah (1344).
هَذَا
الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ
وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ
فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيَقُولَانِ لَهُ فَذَكَرَ قَرِيبًا مِنْ حَدِيثِ
الْأَوَّلِ قَالَ فِيهِ وَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ
لَهُ زَادَ الْمُنَافِقَ وَقَالَ يَسْمَعُهَا مَنْ وَلِيَهُ غَيْرُ
الثَّقَلَيْنِ
4752.
Dari Anas... dengan sanad yang sama meriwayatkan hadits yang serupa
dengannya, ia berkata, "Apabila seorang hamba telah diletakkan di dalam
kuburnya dan para sahabat meninggalkannya, maka ia dapat mendengar bunyi
telapak sendal mereka, lalu dua Malaikat mendatanginya dan bertanya
kepadanya... Adapun orang kafir dan munafik, maka keduanya mengatakan
kepadanya... dapat didengar oleh makhluk selain jin dan manusia." Shahih: Muttafaq 'Alaih.
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ خَرَجْنَا
مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَنَازَةِ
رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَانْتَهَيْنَا إِلَى الْقَبْرِ وَلَمَّا
يُلْحَدْ فَجَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَجَلَسْنَا حَوْلَهُ كَأَنَّمَا عَلَى رُءُوسِنَا الطَّيْرُ وَفِي يَدِهِ
عُودٌ يَنْكُتُ بِهِ فِي الْأَرْضِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ اسْتَعِيذُوا
بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا زَادَ فِي
حَدِيثِ جَرِيرٍ هَاهُنَا وَقَالَ وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ خَفْقَ نِعَالِهِمْ
إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ حِينَ يُقَالُ لَهُ يَا هَذَا مَنْ رَبُّكَ
وَمَا دِينُكَ وَمَنْ نَبِيُّكَ قَالَ هَنَّادٌ قَالَ وَيَأْتِيهِ
مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ
رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ دِينِيَ
الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ
فِيكُمْ قَالَ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَيَقُولَانِ وَمَا يُدْرِيكَ فَيَقُولُ قَرَأْتُ كِتَابَ
اللَّهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ زَادَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ فَذَلِكَ
قَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا } الْآيَةُ
ثُمَّ اتَّفَقَا قَالَ فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ قَدْ
صَدَقَ عَبْدِي فَأَفْرِشُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا
إِلَى الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ
رَوْحِهَا وَطِيبِهَا قَالَ وَيُفْتَحُ لَهُ فِيهَا مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ
وَإِنَّ الْكَافِرَ فَذَكَرَ مَوْتَهُ قَالَ وَتُعَادُ رُوحُهُ فِي
جَسَدِهِ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ
رَبُّكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا
دِينُكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ مَا هَذَا
الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي
فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَأَفْرِشُوهُ مِنْ
النَّارِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى
النَّارِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا قَالَ وَيُضَيَّقُ
عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ زَادَ فِي حَدِيثِ
جَرِيرٍ قَالَ ثُمَّ يُقَيَّضُ لَهُ أَعْمَى أَبْكَمُ مَعَهُ مِرْزَبَّةٌ
مِنْ حَدِيدٍ لَوْ ضُرِبَ بِهَا جَبَلٌ لَصَارَ تُرَابًا قَالَ
فَيَضْرِبُهُ بِهَا ضَرْبَةً يَسْمَعُهَا مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ
وَالْمَغْرِبِ إِلَّا الثَّقَلَيْنِ فَيَصِيرُ تُرَابًا قَالَ ثُمَّ
تُعَادُ فِيهِ الرُّوحُ
4753. Dari Al Baara' bin Azib, ia berkata,
"Kami bersama Rasulullah SAW pernah mengiringi jenazah seorang yang
berasal dari kalangan Anshar. Kemudian kami tiba di pemakaman. Setelah
dimakamkan, beliau duduk di sisi kuburaan dan kami mengelilingi beliau;
kami diam tidak bergerak seakan-akan di atas kepala kami ada seekor
burung. Saat itu, Rasulullah SAW memegang sebatang kayu. Kemudian beliau
mengangat kepalanya dan berkata, 'Mintalah perlindungan kepada Allah
SWT dari adzab siksa kubur.' Rasulullah mengulangi pernyataannya hingga
tiga kali.'Ketika mayyit mendengar suara sandal orang-orang yang
meninggalkan areal pemakaman, ia akan ditanya, 'Siapakah Tuhanmu? apa
agamamu? Dan siapakah nabimu?' (Dalam riwayat lain disebutkan dengan redaksi, "Datanglah
dua malaikat dan mendudukannya, kemudian keduanya bertanya, 'Siapakah
Tuhanmu?' Ia menjawab, 'Tuhanku adalah Allah.') Kemudian, keduanya
bertanya lagi, 'Apa agamamu?' la menjawab, 'Agamaku Islam." Kemudian
ditanya lagi, "Siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?" la menjawab,
'Dia adalah Rasulullah.' Ditanya lagi, 'Apa yang kamu ketahui?' Ia
menjawab, 'Aku membaca Kitabullah, aku mengimaninya dan membenarkannya.'
Inilah makna firman Allah SWT, 'Allah SWT memantapkan orang-orang yang
beriman'." Rasulullah SAW melanjutkan sabdanya, "Kemudian ada suara dari
langit, 'Benarlah apa yang dikatakan oleh hamba-Ku? Berilah ia hamparan
permadani dari surga, bukakanlah baginya pintu menuju surga, berilah ia
pakaian dari surga'. " Kemudian Nabi SA W berkata, "Saat itu, didatangkan untuknya wewangain surga dan kuburnya diluaskan seluas mata memandang." Kemudian
Rasulullah SAW menjelaskan lagi, "Jika seorang yang kafir meningal
dunia, maka ruhnya akan dikembalikan kepada jasadnya. Saat itu datanglah
dua malaikat dan mendudukannya. Keduanya bertanya, 'Siapakah Tuhanmu?'
Ia menjawab, 'Ha, ha, ha,... aku tidak tahu.' Kemudian, kedua malaikat
bertanya lagi, 'Apa agamamu?' Ia menjawab, 'Ha, ha, ha,... aku tidak
tahu.' Kemudian kedua malaikat bertanya lagi, 'Siapakah laki-laki yang
diutus kepadamu?' Ia menjawab, 'Ha, ha, ha,..aku tidak tahu.' Setelah
itu, terdengar suara dari langit, 'Ia telah berbohong. Berilah hamparan
permadani dari neraka, berikanlah pakaian dari neraka dan bukakakanlah
pintu neraka untuknya'. "Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan sabdanya,
"Setelah itu, didatangkan untuknya rasa panas dan baunya neraka. Dan
kuburnya disempitkan hingga tulang belulangnya berhimpitan. "Dalam
riwayat yang lain disebutkan bahwa saat itu ia akan dibelengu dalam
kondisi buta dan dan bisu disiksa dengan sebuah alat yang jika alat
tersebut digunalkan untuk memukul gunung, maka gunung tersebut akan
hancur menjadi debu. Kemudian ia dipukul dengan alat tersebut. Pukulan
tersebut terdengat oleh makhluk dari ujung masyrik hingga ujung maghrib;
kecuali manusia dan jin yang tidak mendengarnya. Dan ia hancur menjadi
debu." Shahih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar