عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْقَدَرِيَّةُ
مَجُوسُ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِنْ مَرِضُوا فَلَا تَعُودُوهُمْ وَإِنْ
مَاتُوا فَلَا تَشْهَدُوهُمْ
4691. Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Kalangan
Qadariah adalah majusinya umat ini, apabila mereka sakit, maka
janganlah kalian menjenguknya dan jika meninggal dunia, maka janganlah
kalian menyaksikannya." Hasan: Ath-Thahawiyah (242), Ar-Raudh (197), Al Misykah (107)
حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى الْأَشْعَرِيُّ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ
آدَمَ مِنْ قَبْضَةٍ قَبَضَهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَرْضِ فَجَاءَ بَنُو آدَمَ
عَلَى قَدْرِ الْأَرْضِ جَاءَ مِنْهُمْ الْأَحْمَرُ وَالْأَبْيَضُ
وَالْأَسْوَدُ وَبَيْنَ ذَلِكَ وَالسَّهْلُ وَالْحَزْنُ وَالْخَبِيثُ
وَالطَّيِّبُ زَادَ فِي حَدِيثِ يَحْيَى وَبَيْنَ ذَلِكَ
4693. Dari Abu Musa Al Asy'ari RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya
Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang di dalamnya terdapat
beberapa unsur. Kemudian keturunannya menjadi beragam sesuai dengan
unsur tanahnya. Ada diantara mereka yang berkulit merah, putih, hitam
dan antara warna-warna itu, ada yang lembut dan yang keras, ada yang
buruk dan yang baik'." Shahih: At-Tirmidzi (3243).
عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ كُنَّا
فِي جَنَازَةٍ فِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بِبَقِيعِ الْغَرْقَدِ فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَجَلَسَ وَمَعَهُ مِخْصَرَةٌ فَجَعَلَ يَنْكُتُ بِالْمِخْصَرَةِ
فِي الْأَرْضِ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ
مَا مِنْ نَفْسٍ مَنْفُوسَةٍ إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ مَكَانَهَا مِنْ
النَّارِ أَوْ مِنْ الْجَنَّةِ إِلَّا قَدْ كُتِبَتْ شَقِيَّةً أَوْ
سَعِيدَةً قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ يَا نَبِيَّ اللَّهِ
أَفَلَا نَمْكُثُ عَلَى كِتَابِنَا وَنَدَعُ الْعَمَلَ فَمَنْ كَانَ مِنْ
أَهْلِ السَّعَادَةِ لَيَكُونَنَّ إِلَى السَّعَادَةِ وَمَنْ كَانَ مِنْ
أَهْلِ الشِّقْوَةِ لَيَكُونَنَّ إِلَى الشِّقْوَةِ قَالَ اعْمَلُوا
فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ أَمَّا أَهْلُ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُونَ
لِلسَّعَادَةِ وَأَمَّا أَهْلُ الشِّقْوَةِ فَيُيَسَّرُونَ لِلشِّقْوَةِ
ثُمَّ قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ {
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ
لِلْيُسْرَى وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى }
4694. Dari Ali RA, ia berkata,
"Kami pernah berada di pemakaman Baqi dan saat itu ada Rasulullah SAW.
Kemudian Rasulullah SAW mendekat dan duduk sambil membawa sebatang
tongkat. Beliau membuat garis dengan tongkat tersebut. Kemudian
mengangkat kepalanya dan berkata, "Tidak seorang pun di antara kalian
kecuali telah Allah SWT tentukan tempatnya; di neraka atau di surga. Dan
tidak seorang pun dari kalian kecuali telah Allah tentukan, ia menjadi
orang yang bahagia atau sengsara. " Ali RA berkata, "Kemudian ada
seorang lelaki berkata, "Wahai Nabi Allah, tidakkah sebaiknya kita
berdiam diri (pasrah); mengikuti apa yang telah digariskan dan tidak
berbuat apa-apa. Maka siapa yang digariskan menjadi orang yang meraih
kebahagiaan ia akan memperolehnya dan yang digariskan menjadi orang yang
sengsara, maka ia akan sengsara?" Rasulullah SAW menjawab,
"Beramallah... setiap orang akan dimudahkan menuju jalannya yang telah
digariskan. Barangsiapa yang digariskan menjadi orang yang bahagia, maka
ia akan dimudahkan menuju kebahagiaan, dan barangsiapa yang digariskan
menjadi manusia yang menderita, maka ia akan dimudahkan kepada
penderitaan." Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman Allah, "Adapun
orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan
membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan
menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil
dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka
kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. " (Qs. Al-Lail
[92]: 5-10) Shahih: Ibnu Majah (78): Bukhari.
عَنْ
يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ قَالَ كَانَ أَوَّلَ مَنْ تَكَلَّمَ فِي الْقَدَرِ
بِالْبَصْرَةِ مَعْبَدٌ الْجُهَنِيُّ فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَحُمَيْدُ بْنُ
عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيُّ حَاجَّيْنِ أَوْ مُعْتَمِرَيْنِ
فَقُلْنَا لَوْ لَقِينَا أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلْنَاهُ عَمَّا يَقُولُ هَؤُلَاءِ فِي
الْقَدَرِ فَوَفَّقَ اللَّهُ لَنَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ دَاخِلًا
فِي الْمَسْجِدِ فَاكْتَنَفْتُهُ أَنَا وَصَاحِبِي فَظَنَنْتُ أَنَّ
صَاحِبِي سَيَكِلُ الْكَلَامَ إِلَيَّ فَقُلْتُ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ
إِنَّهُ قَدْ ظَهَرَ قِبَلَنَا نَاسٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ
وَيَتَفَقَّرُونَ الْعِلْمَ يَزْعُمُونَ أَنْ لَا قَدَرَ وَالْأَمْرَ
أُنُفٌ فَقَالَ إِذَا لَقِيتَ أُولَئِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنِّي بَرِيءٌ
مِنْهُمْ وَهُمْ بُرَآءُ مِنِّي وَالَّذِي يَحْلِفُ بِهِ عَبْدُ اللَّهِ
بْنُ عُمَرَ لَوْ أَنَّ لِأَحَدِهِمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فَأَنْفَقَهُ
مَا قَبِلَهُ اللَّهُ مِنْهُ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ ثُمَّ قَالَ
حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ بَيْنَمَا
نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ
طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ
الشَّعْرِ لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلَا نَعْرِفُهُ حَتَّى
جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ
رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ
وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ
أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ
الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقْتَ قَالَ
فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ
الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ
وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ
وَشَرِّهِ قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ قَالَ
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ
فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ قَالَ مَا
الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ
أَمَارَاتِهَا قَالَ أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى
الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي
الْبُنْيَانِ قَالَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ يَا
عُمَرُ هَلْ تَدْرِي مَنْ السَّائِلُ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ
قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ
4695.
Dari Yahya bin Ya'mar, ia berkata, "Orang yang pertama kali
membicarakan masalah takdir di Basrah adalah Ma'bad Al Juhani. Kemudian
aku bersaama Humaid bin Abdurrahman Al Himyari pergi menuju kota suci
Mekah untuk melaksanakan ibadah haji —atau Umrah—. Saat itu, kami
berkata, "Jika kami bertemu dengan salah seorang sahabat Nabi SAW, maka
kami akan tanyakan tentang permasalahan takdir. Kemudian kami bertemu
dengan Abdullah bin Umar RA yang sedang masuk masjid. Kami mendekatinya
dan aku mengira sahabatku itu mempersilahkanku untuk menjadi juru bicara
kami. Maka aku berkata kepada Ibnu Umar, "Wahai Abu Abdurrahman, telah
muncul di daerah kami orang-orang yang membaca Al Qur'an dan mereka juga
menuntut ilmu. Mereka memiliki keyakinan bahwa tidak ada takdir atas
apa yang terjadi dan apa yang terjadi adalah hal yang baru tanpa campur
tangan takdir." Ibnu Umar RA menjawab, "Jika kalian bertemu dengan
orang-orang yang bersikap demikian, maka kabarkanlah kepada mereka
sesungguhnya aku berlepas diri dari mereka. Dan mereka berlepas diri
dariku. Demi Dzat yang Abdullah bin Umar bersumpah atas-Nya; kalau saja
mereka menyedekahkan emas sebesar gunung uhud, maka Allah SWT tidak akan
menerimanya sehingga mereka beriman kepada takdir." Kemudian Ibnu Umar
berkata, "Umar bin Khaththab RA telah berbicara kepadaku, ia berkata,
'Sewaktu kami berada bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba saja datang
seorang lelaki yang pakaiannya sangat putih, rambutnya sangat hitam;
Tidak nampak bahwa ia telah menempuh suatu perjalanan, namun tidak
seorang pun diantara kami yang mengenalnya. Kemudian ia mendekati
Rasulullah SAW; duduk berdekatakan dengan Nabi hingga kedua lututnya
bersentuhan dengan lutut Nabi SAW dan meletakan kedua tangannya di atas
pahanya. Setelah itu, ia berkata, 'Wahai Muhammad, jelaskanlah kepaaku
tentang Islam?' Rasulullah SAW menjawab, 'Islam
adalah engkau bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan bersaksi bahwa
Muhammad adalah utusan Allah, hendaknya engkau mendirikan shalat,
menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan melaksanakan haji jika
kau mampu.' Mendengar jawaban tersebut, lelaki itu berkomentar, 'Engkau
benar!' Saat itu, kami pun merasa heran dengan sikap lelaki itu, ia
bertanya, namun setelah itu membenarkan jawaban yang diberikan Nabi SAW.
Lelaki itu berkata lagi, 'Jelaskanlah kepadaku tentang iman.'Rasulullah
SAW menjawab, ''Kamu beriman kepada Allah, kepada para malaikat-Nya,
para Rasul-Nya, beriman kepada hari akhir dan beriman kepada takdir yang
baik dan yang buruk.' Lelaki itu berkomentar lagi, 'Engkau benar.'
Kemudian ia berkata lagi, 'Jelaskanlah kepadaku tentang ihsan.'
Rasulullah SAW menjawab, ''Kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu
melihat-Nya. Jika kamu tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia
melihatmu.' Lelaki itu berkata lagi, 'Jelaskanlah kepadaku tentang
Kiamat.' Rasulullah SAW menjawab, ' Yang ditanya tidaklah lebih
mengetahui daripada si penanya.' Lelaki itu bertanya lagi, 'Jika
demikian, jelaskanlah kepadaku mengenai tanda-tandanya?' Rasulullah SAW
menjawab, 'Jika seorang budak telah melahirkan tuannya, jika orang-orang
yang miskin telah berlomba-lomba membangun rumahnya secara megah'.
"Umar meneruskan kisahnya, "Kemudian lelaki itu pergi dan kami tinggal
selama tiga hari, kemudian Rasulullah SAW berkata, ' Wahai Umar, tahukah
kamu siapa yang bertanya kemarin?'Aku (Umar RA) menjawab, 'Allah dan
Rasul-Nya lebih mengetahui.' Beliau bersabda, 'la adalah malaikat
Jibril, datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang
agama kalian'." Shahih; Ibnu Majah (63), Muslim.
عَنْ
يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ وَحُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَا
لَقِيَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ فَذَكَرْنَا لَهُ الْقَدَرَ وَمَا
يَقُولُونَ فِيهِ فَذَكَرَ نَحْوَهُ زَادَ قَالَ وَسَأَلَهُ رَجُلٌ مِنْ
مُزَيْنَةَ أَوْ جُهَيْنَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فِيمَا نَعْمَلُ
أَفِي شَيْءٍ قَدْ خَلَا أَوْ مَضَى أَوْ فِي شَيْءٍ يُسْتَأْنَفُ الْآنَ
قَالَ فِي شَيْءٍ قَدْ خَلَا وَمَضَى فَقَالَ الرَّجُلُ أَوْ بَعْضُ
الْقَوْمِ فَفِيمَ الْعَمَلُ قَالَ إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يُيَسَّرُونَ
لِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ أَهْلَ النَّارِ يُيَسَّرُونَ لِعَمَلِ
أَهْلِ النَّارِ
4696.
Dari Yahya bin Ma'mar dan Humaid bin Abdurrahman; keduanya berkata,
"Kami pernah bertemu dengan Abdullah bin Umar, kemudian kami
menceritakan tentang perdebatan yang terjadi dalam permasalahan takdir,
dan diceritakanlah sebagaimana yang tertera dalam hadits sebelum ini.
Namun ada tambahan, "Kemudian ada seorang lelaki dari Muzainah atau
Juhainah bertanya kepada Nabi SAW, 'Wahai Rasulullah, bagaimanakah
status perbuatan yang akan kami lakukan. Apa pekerjaan tersebut
berdasarkan takdir yang telah ditetapkan atau berdasarkan sesuatu yang
baru?" Rasulullah SAW menjawab, "Berdasarkan apa yang telah ditetapkan." Kemudian seorang lelaki -atau beberapa orang dari kaum-bertanya, "Jika demikian, apa gunanya kita beramal?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya
para ahli surga akan dimudahkan untuk beramal dengan amalan ahli surga
dan ahli neraka akan dimudahkan untuk beramal dengan amalan ahli
neraka." Shahih: Muslim (1/29).
عَنْ
ابْنِ يَعْمَرَ بِهَذَا الْحَدِيثِ يَزِيدُ وَيَنْقُصُ قَالَ فَمَا
الْإِسْلَامُ قَالَ إِقَامُ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ
الْبَيْتِ وَصَوْمُ شَهْرِ رَمَضَانَ وَالِاغْتِسَالُ مِنْ الْجَنَابَةِ
4697.
Dari Ibnu Ya'mar... dengan hadits yang sama; namun dengan sedikit
penambahan dan pengurangan. Dia berkata, "Apakah itu Islam?" Rasulullah
SAW menjawab, "Mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, berpuasa di bulan Ramadhan dan mandi jinabah." Shahih: At-Taliq Ar-Raghib (1/92).
عَنْ أَبِي ذَرٍّ وَأَبِي هُرَيْرَةَ قَالَا كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْلِسُ بَيْنَ
ظَهْرَيْ أَصْحَابِهِ فَيَجِيءُ الْغَرِيبُ فَلَا يَدْرِي أَيُّهُمْ هُوَ
حَتَّى يَسْأَلَ فَطَلَبْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَجْعَلَ لَهُ مَجْلِسًا يَعْرِفُهُ الْغَرِيبُ
إِذَا أَتَاهُ قَالَ فَبَنَيْنَا لَهُ دُكَّانًا مِنْ طِينٍ فَجَلَسَ
عَلَيْهِ وَكُنَّا نَجْلِسُ بِجَنْبَتَيْهِ وَذَكَرَ نَحْوَ هَذَا
الْخَبَرِ فَأَقْبَلَ رَجُلٌ فَذَكَرَ هَيْئَتَهُ حَتَّى سَلَّمَ مِنْ
طَرَفِ السِّمَاطِ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدُ قَالَ
فَرَدَّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
4698.
Dari Abu Dzar RA dan Abu Hurairah RA; keduanya berkata, "Suatu hari,
ketika Rasulullah SAW duduk bersama dengan para sahabatnya, tiba-tiba
datanglah seorang lelaki asing dan tidak ada seorangpun dari kami yang
mengenalnya, kemudian ia bertanya. Setelah itu, kami meminta izin kepada
beliau untuk membuatkan beliau sebuah tempat khusus guna memudahkan
orang-orang asing itu menemui beliau. Kemudian kami buatkan untuk beliau
sebuah tempat yang lebih tinggi dan beliau pun duduk di atasnya dan
kami duduk mengelilingi beliau... Kemudian keduanya memaparkan kisah
sebagaiaman kisah yang diutarakan oleh Umar RA... Lalu datanglah seorang
lelaki dan memberi salam kepada jama'ah yang ada. Dan Rasulullah SAW
pun menjawab salamnya." Shahih: An-Nasa'i (4991).
عَنْ ابْنِ الدَّيْلَمِيِّ قَالَ أَتَيْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ فَقُلْتُ لَهُ وَقَعَ
فِي نَفْسِي شَيْءٌ مِنْ الْقَدَرِ فَحَدِّثْنِي بِشَيْءٍ لَعَلَّ اللَّهَ
أَنْ يُذْهِبَهُ مِنْ قَلْبِي قَالَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ عَذَّبَ أَهْلَ
سَمَاوَاتِهِ وَأَهْلَ أَرْضِهِ عَذَّبَهُمْ وَهُوَ غَيْرُ ظَالِمٍ لَهُمْ
وَلَوْ رَحِمَهُمْ كَانَتْ رَحْمَتُهُ خَيْرًا لَهُمْ مِنْ أَعْمَالِهِمْ
وَلَوْ أَنْفَقْتَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا قَبِلَهُ
اللَّهُ مِنْكَ حَتَّى تُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ وَتَعْلَمَ أَنَّ مَا
أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ
لِيُصِيبَكَ وَلَوْ مُتَّ عَلَى غَيْرِ هَذَا لَدَخَلْتَ النَّارَ قَالَ
ثُمَّ أَتَيْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ
قَالَ ثُمَّ أَتَيْتُ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ
قَالَ ثُمَّ أَتَيْتُ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ فَحَدَّثَنِي عَنْ النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ ذَلِكَ
4699.
Dari Ibnu Dailami, ia berkata, "Aku pernah mendatangi Ubai bin Ka'b.
Dan kukatakan kepadanya, 'Ada sesuatu yang mengganjal perasaanku tentang
permasalahan takdir.' Kemudian ia berbicara kepadaku tentang sesuatu,
semoga Allah SWT menghilangkan apa yang meresahkan hatiku. Kemudian ia
(Ubai bin Ka'ab) berkata, 'Jika Allah SWT mengadzab seluruh makhluk yang
ada di langit dan di bumi, hal yang demikian bagi-Nya bukanlah satu
kezhaliman kepada mereka. Dan jika Allah SWT menganugerahkan rahmat
kepada mereka, maka rahmat yang diberikan-Nya lebih baik dibandingkan
dengan amalan yang telah mereka kerjakan. Jika kamu memiliki harta emas
sebesar gunung uhud dan kamu sedekahkan di jalan Allah SWT, maka Allah
SWT tidak akan menerima amalanmu, yang demikian berlaku hingga kamu
beriman kepada takdir dan meyakini bahwa apa yang (ditakdirkan)
menimpamu tidak akan meleset darimu, dan apa yang (ditakdirkan) tidak
mengenaimu, ia tidak akan menimpamu. Jika kamu meninggal dunia dalam
kondisi tidak beriman kepada hal ini, maka kamu akan masuk menjadi
penghuni neraka." Kemudian aku (Ibnu Dailami) berkata, "Setelah itu, aku
pergi mengunjungi Ibnu Mas'ud RA; Dan iapun berkata hal yang sama
dengan apa yang dikatakan oleh Ubai bin Ka'ab. Kemudian aku datang
mengunjungi Hudzaifah bin Al yaman; Dan iapun menyatakan hal yang sama.
Ketika aku datang mengunjungi Zaid bin Tsabit, iapun berkata hal yang
sama sambil meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah SAW." Shahih: Ibnu Majah (77).
عَنْ أَبِي حَفْصَةَ قَالَ قَالَ
عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ لِابْنِهِ يَا بُنَيَّ إِنَّكَ لَنْ تَجِدَ
طَعْمَ حَقِيقَةِ الْإِيمَانِ حَتَّى تَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ
يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَمَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ
مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ اكْتُبْ قَالَ رَبِّ وَمَاذَا
أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
يَا بُنَيَّ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ مَاتَ عَلَى غَيْرِ هَذَا فَلَيْسَ مِنِّي
4700.
Dari Abu Hafshah. Ia berkata, "Ubadah bin Shamit pernah berkata kepada
anaknya, 'Wahai anakku, sesungguhnya kamu tidak akan merasakan nikmatnya
iman hingga kamu mengetahui dan meyakini bahwa apa yang (ditakdirkan)
akan menimpamu, tidak akan meleset darimu, dan apa yang (ditakdirkan)
tidak mengenaimu, ia tidak akan menimpamu. Aku pernah mendengar
Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan
Allah SWT adalah qalam. Kemudian Allah SWT berfirman; 'Tulislah!' Qalam
menjawab, 'Tuhanku apa yang harus aku tulis?' Tulislah takdir
(ketentuan) segala sesuatu hingga datangnya hari Kiamat.' Wahai anakku. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa
yang meninggal dunia dalam kondisi tidak memiliki keyakinan yang
demikian (dalam kondisi tidak beriman kepada takdir), maka ia bukan
bagian dari umatku'. "Shahih: Ath-Thahawiyah (232), Al Misykah (94) Azh-Zhilal (102-107).
أَبَا هُرَيْرَةَ يُخْبِرُ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ احْتَجَّ آدَمُ
وَمُوسَى فَقَالَ مُوسَى يَا آدَمُ أَنْتَ أَبُونَا خَيَّبْتَنَا
وَأَخْرَجْتَنَا مِنْ الْجَنَّةِ فَقَالَ آدَمُ أَنْتَ مُوسَى اصْطَفَاكَ
اللَّهُ بِكَلَامِهِ وَخَطَّ لَكَ التَّوْرَاةَ بِيَدِهِ تَلُومُنِي عَلَى
أَمْرٍ قَدَّرَهُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَنِي بِأَرْبَعِينَ سَنَةً
فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى
4701. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW; beliau bersabda, "Adam
AS dan Musa AS pernah berdialog (berdebat). Musa AS berkata, 'Wahai
Adam, engkau adalah bapak kami. Engkaulah yang telah membuat kami keluar
dari surga.' Adam AS menjawab, 'Wahai Musa, Allah SWT telah memilihmu
dan memberimu kitab Taurat; engkau menyalahkanku atas sesuatu yang telah
ditaqdirkan (ditetapkan) oleh Allah SWT untukku empat puluh tahun
sebelum aku diciptakan. Maka Adam AS telah mengalahkan Musa AS'. " Shahih: Ibnu Majah (80) Muttafaq 'Alaih.
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مُوسَى قَالَ
يَا رَبِّ أَرِنَا آدَمَ الَّذِي أَخْرَجَنَا وَنَفْسَهُ مِنْ الْجَنَّةِ
فَأَرَاهُ اللَّهُ آدَمَ فَقَالَ أَنْتَ أَبُونَا آدَمُ فَقَالَ لَهُ آدَمُ
نَعَمْ قَالَ أَنْتَ الَّذِي نَفَخَ اللَّهُ فِيكَ مِنْ رُوحِهِ
وَعَلَّمَكَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا وَأَمَرَ الْمَلَائِكَةَ فَسَجَدُوا
لَكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَمَا حَمَلَكَ عَلَى أَنْ أَخْرَجْتَنَا
وَنَفْسَكَ مِنْ الْجَنَّةِ فَقَالَ لَهُ آدَمُ وَمَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا
مُوسَى قَالَ أَنْتَ نَبِيُّ بَنِي إِسْرَائِيلَ الَّذِي كَلَّمَكَ اللَّهُ
مِنْ وَرَاءِ الْحِجَابِ لَمْ يَجْعَلْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ رَسُولًا مِنْ
خَلْقِهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَفَمَا وَجَدْتَ أَنَّ ذَلِكَ كَانَ فِي
كِتَابِ اللَّهِ قَبْلَ أَنْ أُخْلَقَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فِيمَ تَلُومُنِي
فِي شَيْءٍ سَبَقَ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى فِيهِ الْقَضَاءُ قَبْلِي قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ فَحَجَّ
آدَمُ مُوسَى فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى
4702. Dari Umar bin Khaththab RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda,
'Sesunggunya Musa AS pernah bermunajat kepada Allah SWT, "Wahai
Tuhanku, perlihatkanlah kepada kami Nabi Adam AS yang telah mengeluarkan
kami dan juga dirinya dari surga." Kemudian Allah SWT memperlihatkan
Nabi Adam AS. Setelah itu, Musa AS berkata, "Wahai Adam, engkau adalah
bapak kami. " Adam menjawab, "Ya, benar." Engkaulah yang telah ditiupkan
ruh oleh Allah SWT dan diberikan pengetahuan tentang nama-nama dan para
malaikat diperintahkan untuk sujud kepadamu." Adam menjawab, "Ya,
benar." Musa AS bertanya, "Jika demikian, kenapa engkau keluarkan kami
dan juga dirimu dari surga?" Adam AS bertanya, "Siapakah kamu?" Musa
menjawab, "Aku adalah Musa." Adam berkata, "Kamu adalah seorang Nabi
dari kalangan Bani Israil yang Allah SWT berbicara denganmu dari balik
tabir. Dan ketika berbicara denganmu Allah SWT berbicara secara langsung
tanpa perantara dari makhluk-Nya? " Musa AS berkata, "Benar. " Adam AS
berkata, "Tidakkah kamu mengerti bahwa apa yang aku alami telah
ditentukan Allah SWT sebelum aku diciptakan?" Musa menjawab, "Benar."
Adam berkata, "Jika demikian, kenapa kamu menyalahkanku atas sesuatu
yang telah ditakdirkan untukku' sebelum diciptakan? " Kemudian
Rasulullah SAW bersabda, "Maka Adam telah mengalahkan Musa, Adam telah
mengalahkan Musa." Hasan: AshShahihah (17022) Azh-Zhilal (1307).
عَنْ مُسْلِمِ بْنِ يَسَارٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سُئِلَ عَنْ هَذِهِ الْآيَةِ { وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ } قَالَ
قَرَأَ الْقَعْنَبِيُّ الْآيَةَ فَقَالَ عُمَرُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خَلَقَ
آدَمَ ثُمَّ مَسَحَ ظَهْرَهُ بِيَمِينِهِ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً
فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ لِلْجَنَّةِ وَبِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ
يَعْمَلُونَ ثُمَّ مَسَحَ ظَهْرَهُ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً
فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ لِلنَّارِ وَبِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ
يَعْمَلُونَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَفِيمَ الْعَمَلُ فَقَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ
وَجَلَّ إِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلْجَنَّةِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ
الْجَنَّةِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ
فَيُدْخِلَهُ بِهِ الْجَنَّةَ وَإِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلنَّارِ
اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ
أَعْمَالِ أَهْلِ النَّارِ فَيُدْخِلَهُ بِهِ النَّارَ
4703. Dari Muslim bin Yasar Al Juhanni; Sesungguhnya Umar bin Khaththab RA pernah ditanya tentang firman Allah, "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka (Qs.
Al A'raaf [7]: 172) Al Qan'abi (guru Abu Daud) membaca ayat ini,
Kemudian Umar RA menjawab, 'Aku pernah mendengar Rasulullah SAW juga
pernah ditanya dengan pertanyaan seperti ini. Kemudian beliau menjawab, "Sesungguhnya
setelah Allah SWT menciptakan Adam AS, Allah SWT mengusap punggungnya
dengan tangan-Nya. Maka keluarlah keturunan Adam AS dari punggungnya.
Kemudian Allah SWT berfirman, 'Aku ciptakan mereka untuk masuk ke dalam
surga dan mereka akan melakukan pekerjaan-pekerjaan orang yang bakal
menjadi penghuni surga.' Setelah itu, Allah SWT mengusap lagi
punggungnya dan keluarlah keturunan Adam AS. Kemudian Allah SWT
berfirman, 'Aku ciptakan mereka untuk masuk ke dalam neraka dan mereka
akan melakukan pekerjaan-pekerjaan orang yang bakal menjadi penghuni
neraka.' Saat itu, ada seorang lelaki bertanya, "Wahai Rasulullah, lalu
apa gunanya beramal?" Rasulullah SAW menjawab, "Sesungguhnya jika Allah
SWT menciptakan seorang makhluk yang bakal menjadi penghuni surga, maka
Allah SWT akan menjadikannya beramal dengan amalan penghuni surga hingga
ia meninggal dunia dalam kondisi sebagai orang yang melakukan amal
perbuatan penghuni surga. Dengan demikian, ia akan masuk ke dalam surga.
Dan jika Allah SWT menciptakan seorang hamba yang bakal menjadi
penghuni neraka, maka Allah SWT akan menjadikannya beramal dengan amalam
penghuni neraka. Kemudian ia meninggal dunia dalam kondisi sebagai
orang yang mengerjakan pekerjaan penghuni neraka. Dengan sebab itu, maka
ia masuk ke dalam neraka. " Shahih: Aqidah Ath-Thahawiyyah - dengan keterangan dan komentar (30). As-Sunnah (203). Al Misykah (96). Ad-Dha'ifah (3071), Azh-Zhilal (196, 201).
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْغُلَامُ الَّذِي
قَتَلَهُ الْخَضِرُ طُبِعَ كَافِرًا وَلَوْ عَاشَ لَأَرْهَقَ أَبَوَيْهِ
طُغْيَانًا وَكُفْرًا
4705. Dari Ubai bin Ka'ab, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya
anak kecil yang dibunuh oleh Khidir AS adalah seorang anak yang telah
ditakdirkan menjadi orang yang melakukan amalan penghuni neraka. Jika
sempat besar, maka ia akan berbuat zhalim kepada kedua orang tuanya dan
menjadi seorang yang kufur'." Shahih: At-Tirmidzi (3371).
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي قَوْلِهِ { وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ } وَكَانَ طُبِعَ يَوْمَ طُبِعَ كَافِرًا
4706.
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, "Ubai bin Ka'b telah berbicara kepada
kami, ia berkata, 'Aku pernah mendengar Rasulullah SAW menjelaskan
firman Allah, "Dan adapun anak itu, maka kedua orangtuanya adalah orang-orang mukmin'. " (Qs. Al Kahfi [18]: 80) Sesungguhnya anak kecil tersebut telah ditakdirkan menjadi seorang yang kufur." Shahih: Muslim.
ابْنُ عَبَّاسٍ حَدَّثَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ عَنْ
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبْصَرَ
الْخَضِرُ غُلَامًا يَلْعَبُ مَعَ الصِّبْيَانِ فَتَنَاوَلَ رَأْسَهُ
فَقَلَعَهُ فَقَالَ مُوسَى { أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً } الْآيَةَ
4707. Dari Ibnu Abbas RA, "Ubai bin Ka'ab pernah berbicara kepadaku, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, 'Khidhir
melihat seorang anak kecil yang sedang bermain dengan yang lain.
Kemudian Khidhir memegang kepala anak tersebut dan membunuhnya.' Saat
itu, Musa AS bertanya kepadanya, 'Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih?'.
" (Qs. Al Kahfi [18]: 74) Shahih: Muttafaq 'Alaih
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ
الْمَصْدُوقُ إِنَّ خَلْقَ أَحَدِكُمْ يُجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ
مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُبْعَثُ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيُؤْمَرُ
بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ فَيُكْتَبُ رِزْقُهُ وَأَجَلُهُ وَعَمَلُهُ ثُمَّ
يُكْتَبُ شَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ فَإِنَّ
أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ
بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ أَوْ قِيدُ ذِرَاعٍ فَيَسْبِقُ
عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا
وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا
يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ أَوْ قِيدُ ذِرَاعٍ
فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ
فَيَدْخُلُهَا
4708 - Dari Abdullah bin Mas'ud RA, ia berkata,
"Rasulullah SAW pernah menceritakan kepada kami, 'Sesungguhnya
penciptaan setiap orang dari kalian dihimpun dalam perut ibunya selama
empat puluh hari. Kemudian menjadi alaqah selama itu, dan menjadi
mudghah selama itu pula. Setelah itu diutus malaikat dan diperintahkan
untuk mencatat empat perkara; Ditulislah rejekinya, ajalnya, amalnya,
kemudian ditulis pula nasibnya; apakah ia akan bahagia atau sengsara.
Setelah itu, ditiupkanlah ruh kepadanya. Sungguh salah seorang diantara
kalian telah terbiasa melakukan amalan penghuni surga hingga batas
antara dirinya dengan surga hanya tinggal sejengkal, namun takdir telah
mendahuluinya, maka ia melakukan perbuatan penghuni neraka, dan ia pun
masuk ke dalamnya (neraka). Dan, sungguh salah seorang diantara kalian
telah terbiasa melakukan perbuatan neraka, hingga jarak antara dirinya
dengan neraka hanya tinggal sejengkal, namun takdir telah mendahuluinya,
maka ia pun melakukan perbuatan ahli surga dan iapun memasukinya
(surga). " Shahih: Ibnu Majah (76) Muttafaq 'Alaih.
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قِيلَ
لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
أَعُلِمَ أَهْلُ الْجَنَّةِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ قَالَ نَعَمْ قَالَ
فَفِيمَ يَعْمَلُ الْعَامِلُونَ قَالَ كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ
4709. Dari 'Imran bin Hushain, ia berkata,
"Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi SAW, 'Wahai Rasulullah SAW;
apakah calon penghuni surga dan calon penghuni neraka telah diketahui?'
Beliau menjawab, Ya.' Orang itu kembali bertanya, 'Jika demikian, apa
gunanya kita beramal?' Rasulullah SAW menjawab, 'Semua akan dimudahkan
menuju garis akhir yang telah ditentukan'. " Shahih: Bukhari; (7552), Muslim (8/48).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar