عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا
أَصْحَابِي فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنْفَقَ أَحَدُكُمْ مِثْلَ
أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ
4658. Dari Abu Sa'id, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah
kalian mencela para sahabatku. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam
genggaman-Nya; seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas
sebesar gunung uhud, niscaya tidak akan dapat menyamai satu mud
(sedekah) mereka; dan tidak setengahnya." Shahih: Ash-Shahihah (1758)
عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي قُرَّةَ قَالَ كَانَ
حُذَيْفَةُ بِالْمَدَائِنِ فَكَانَ يَذْكُرُ أَشْيَاءَ قَالَهَا رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُنَاسٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فِي
الْغَضَبِ فَيَنْطَلِقُ نَاسٌ مِمَّنْ سَمِعَ ذَلِكَ مِنْ حُذَيْفَةَ
فَيَأْتُونَ سَلْمَانَ فَيَذْكُرُونَ لَهُ قَوْلَ حُذَيْفَةَ فَيَقُولُ
سَلْمَانُ حُذَيْفَةُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُ فَيَرْجِعُونَ إِلَى
حُذَيْفَةَ فَيَقُولُونَ لَهُ قَدْ ذَكَرْنَا قَوْلَكَ لِسَلْمَانَ فَمَا
صَدَّقَكَ وَلَا كَذَّبَكَ فَأَتَى حُذَيْفَةُ سَلْمَانَ وَهُوَ فِي
مَبْقَلَةٍ فَقَالَ يَا سَلْمَانُ مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تُصَدِّقَنِي بِمَا
سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ
سَلْمَانُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ
يَغْضَبُ فَيَقُولُ فِي الْغَضَبِ لِنَاسٍ مِنْ أَصْحَابِهِ وَيَرْضَى
فَيَقُولُ فِي الرِّضَا لِنَاسٍ مِنْ أَصْحَابِهِ أَمَا تَنْتَهِي حَتَّى
تُوَرِّثَ رِجَالًا حُبَّ رِجَالٍ وَرِجَالًا بُغْضَ رِجَالٍ وَحَتَّى
تُوقِعَ اخْتِلَافًا وَفُرْقَةً وَلَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ فَقَالَ أَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ
أُمَّتِي سَبَبْتُهُ سَبَّةً أَوْ لَعَنْتُهُ لَعْنَةً فِي غَضَبِي
فَإِنَّمَا أَنَا مِنْ وَلَدِ آدَمَ أَغْضَبُ كَمَا يَغْضَبُونَ وَإِنَّمَا
بَعَثَنِي رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ فَاجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ صَلَاةً
يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللَّهِ لَتَنْتَهِيَنَّ أَوْ لَأَكْتُبَنَّ إِلَى عُمَرَ
4659.
Dari Amr bin Abu Qurrah; Ia berkata, "Muadz bin Jabal pernah bercerita
tentang beberapa hal, Rasulullah SAW pernah menyatakannya kepada
beberapa sahabat dalam kondisi marah. Kemudian orang-orang yang
mendengar kabar yang demikian dari Hudzaifah mendatangi Salman. Setelah
bertemu dengan Salman, mereka menceritakan apa yang mereka dengar dari
Mua'dz. Dan Salman berkomentar, "Hudzaifah lebih mengetahui apa yang ia
katakan." Setelah mendengar penjelasan Salman, mereka kembali menemui
Hudzaifah dan berkata, "Wahai Hudzaifah, kami telah menceritakan kepada
Salman tentang apa yang kami dengar dari Anda, namun Salman tidak
mengiyakan dan juga tidak menolak." Setelah itu, Hudzaifah mendatangi
Salman dan berkata, "Wahai Salman, apa yang membuatmu tidak mempercayai
hal yang aku dengar dari Rasulullah SAW?" Salman menjawab, "Sesungguhnya
Rasulullah SAW pernah marah dan beliau berkata kepada sebagian
sahabatnya dalam kondisi marah, kemudian beliau juga berbicara dengan
sebagian sahabat dalam kondisi ridha. Tidakkah sebaiknya kamu tidak
menceritakan apa yang telah kamu ungkapkan hingga yang demikian
mengakibatkan sebagian orang mencintai sebagian dan membenci sebagian
yang lain; agar tidak terjadi perpecahan. Tidakkah kamu tahu
sesungguhnyaa Rasulullah SAW pernah bersabda, ' Tidak seorangpun dari
umatku yang pernah aku caci dan aku laknat saat aku dalam kondisi
marah. Sesungguhnya aku pun manusia; aku dapat marah sebagaimana kalian
marah. Sesungguhnya aku diutus untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.
(Ya Allah), jadikanlah semua itu sebagai doa (rahmat) bagi mereka di
hari Kiamat kelak.' Demi Allah, hendaknya kamu menghentikan perilakumu yang demikian atau aku akan menuliskannya kepada Umar." Shahih: Ash-Shahihah 1758
Tidak ada komentar:
Posting Komentar