Senin, 09 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 32. Memerangi Pencuri



عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أُرِيدَ مَالُهُ بِغَيْرِ حَقٍّ فَقَاتَلَ فَقُتِلَ فَهُوَ شَهِيدٌ

4771. Dari Abdullah bin Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa yang hartanya hendak diambil tanpa hak, kemudian ia mempertahankannya hingga terbunuh, maka ia adalah syahid." Shahih: At-Tirmidzi (1452) (1453) Muttafaq 'Alaih

عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ أَوْ دُونَ دَمِهِ أَوْ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

4772. Dari Sa'id bin Zaid, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya, maka ia meninggal dunia sebagai syahid. Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan keluarganya, nyawanya atau agamanya, maka ia meninggal dunia sebagai syahid." Shahih: At-Tirmidzi (1455).

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 31. Memerangi Kaum Khawarij


عَنْ عَبِيدَةَ أَنَّ عَلِيًّا ذَكَرَ أَهْلَ النَّهْرَوَانِ فَقَالَ فِيهِمْ رَجُلٌ مُودَنُ الْيَدِ أَوْ مُخْدَجُ الْيَدِ أَوْ مَثْدُونُ الْيَدِ لَوْلَا أَنْ تَبْطَرُوا لَنَبَّأْتُكُمْ مَا وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ يَقْتُلُونَهُمْ عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قُلْتُ أَنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْهُ قَالَ قَالَ إِي وَرَبِّ الْكَعْبَةِ

4763. Dari Abidah; Sesunggunya Ali RA menyebutkan tentang penduduk Nahrawan. Ia berkata, "Di dalamnya ada laki-laki yang cacat. Jika aku tidak khawatir kalian akan terlalu bergembira, maka akan aku kabarkan kepada kalian tentang apa yang telah dijanjikan Allah SWT -melalui Nabi Muhammad SAW- bagi orang-orang yang membunuh mereka. Aku (Abidah) bertanya kepadanya, "Apakah benar anda pernah mendengarnya dari Rasulullah SAW." Ali RA menjawab, "Ya, demi Dzat yang memiliki Ka'bah." Shahih: (Ibnu Majah [167]) Muslim.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ بَعَثَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَام إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذُهَيْبَةٍ فِي تُرْبَتِهَا فَقَسَّمَهَا بَيْنَ أَرْبَعَةٍ بَيْنَ الْأَقْرَعِ بْنِ حَابِسٍ الْحَنْظَلِيِّ ثُمَّ الْمُجَاشِعِيِّ وَبَيْنَ عُيَيْنَةَ بْنِ بَدْرٍ الْفَزَارِيِّ وَبَيْنَ زَيْدِ الْخَيْلِ الطَّائِيِّ ثُمَّ أَحَدِ بَنِي نَبْهَانَ وَبَيْنَ عَلْقَمَةَ بْنِ عُلَاثَةَ الْعَامِرِيِّ ثُمَّ أَحَدِ بَنِي كِلَابٍ قَالَ فَغَضِبَتْ قُرَيْشٌ وَالْأَنْصَارُ وَقَالَتْ يُعْطِي صَنَادِيدَ أَهْلِ نَجْدٍ وَيَدَعُنَا فَقَالَ إِنَّمَا أَتَأَلَّفُهُمْ قَالَ فَأَقْبَلَ رَجُلٌ غَائِرُ الْعَيْنَيْنِ مُشْرِفُ الْوَجْنَتَيْنِ نَاتِئُ الْجَبِينِ كَثُّ اللِّحْيَةِ مَحْلُوقٌ قَالَ اتَّقِ اللَّهَ يَا مُحَمَّدُ فَقَالَ مَنْ يُطِيعُ اللَّهَ إِذَا عَصَيْتُهُ أَيَأْمَنُنِي اللَّهُ عَلَى أَهْلِ الْأَرْضِ وَلَا تَأْمَنُونِي قَالَ فَسَأَلَ رَجُلٌ قَتْلَهُ أَحْسِبُهُ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ قَالَ فَمَنَعَهُ قَالَ فَلَمَّا وَلَّى قَالَ إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا أَوْ فِي عَقِبِ هَذَا قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنْ الرَّمِيَّةِ يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِ لَئِنْ أَنَا أَدْرَكْتُهُمْ قَتَلْتُهُمْ قَتْلَ عَادٍ

4764. Dari Abu Sa'id Al Khudri, iaberkata, "Ali pernah mengirimkan kepada Nabi SAW beberapa potong emas. Kemudian Rasulullah SAW membagi-bagikannya kepada Aqra bin Al Hanzhali, Al Mujasyi, Uyainah bin Badr Al Fazari, Zad Al Khaili At-Tha'i, kemudian ke salah seorang dari Bani Nabhan, Alqamah bin Ulatsah Al Amiri dan kepada salah seorang Bani Kilab." Abu Sa'id kembali menceritakan, "Kondisi yang demikian membuat beberapa kalangan kaum Quraisy dan Anshar marah. Mereka berkata, 'Beliau memberikan kepada penduduk Najd dan melupakan kami?' Rasulullah SAW menjawab, 'Apa yang aku lakukan untuk menjinakkan hati mereka.' Kemudian datanglah seorang lelaki yang bermata cekung, dahi lebar dan lebat janggutnya, namun di cukur. Ia berkata kepada Nabi SAW, "Bertakwalah kepada Allah wahai Muhammad!' Nabi SAW menjawab, 'Siapakah yang bertakwa jika aku mendurhakai-Nya?'!" Allah SWT percaya kepadaku untuk menyampaikan amanah kepada penduduk bumi, namun kalian tidak mempercayaiku?!' Kemudian seseorang meminta izin kepada Nabi SAW untuk membunuh orang tersebut, namun Rasulullah SAW melarangnya. Lalu beliau bersabda, "Setelah ini, akan ada segolongan manusia yang membaca Al Qur'an, namun bacaan tersebut tidak melewati kerongkongannya. Islam keluar dari diri mereka seperti lepasnya anak panah dari busur. Mereka membunuh kaum muslimin, dan bersikap ramah kepada para penyembah berhala. Kalau saja aku berjumpa dengan mereka, maka akan aku perangi mereka sebagaimana memerangi kaum 'Ad. " Shahih: An-Nasa'i (2578).

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي اخْتِلَافٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَا يَرْجِعُونَ حَتَّى يَرْتَدَّ عَلَى فُوقِهِ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْ وَقَتَلُوهُ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِي شَيْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ التَّحْلِيقُ

4765. Dari Abu Sa'id Al Khudri dan Anas bin Malik RA; dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Akan terjadi perbedaan pendapat dan perpecahan di kalangan umatku. Sebagian golongan sangat pandai berbicara, namun perilakunya sangat buruk. Mereka membaca Al Qur'an, namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana lepasnya anak panah dari busur, mereka tidak akan kembali hingga anak panah kembali ke busurnya. Mereka adalah seburuk-buruknya manusia. Beruntunglah orang yang membunuh mereka dan mereka membunuhnya. Mereka mengajak kepada Al Qur'an, namun mereka sendiri tidak memgamalkannya. Barangsiapa yanng memerangi mereka, maka yang demikian lebih baik di sisi Allah." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulallah, bagaimanakah ciri-ciri mreka?" Rasulullah SAW menjawab, "Rambutnya dicukur botak." Shahih: Azh-Zhilal (940).

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ قَالَ سِيمَاهُمْ التَّحْلِيقُ وَالتَّسْبِيدُ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ فَأَنِيمُوهُمْ قَالَ أَبُو دَاوُد التَّسْبِيدُ اسْتِئْصَالُ الشَّعْرِ

4766. Dari Anas RA, bahwa Rasulullah SAW menyebutkan hadits yang sama dengan sebelumnya, beliau bersabda, "Ciri mereka adalah rambutnya dicukur habis dan menyambungnya. Jika kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka." Shahih: Ibnu Majah (175).

عَنْ سُوَيْدِ بْنِ غَفَلَةَ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَام إِذَا حَدَّثْتُكُمْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا فَلَأَنْ أَخِرَّ مِنْ السَّمَاءِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَكْذِبَ عَلَيْهِ وَإِذَا حَدَّثْتُكُمْ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ فَإِنَّمَا الْحَرْبُ خَدْعَةٌ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْرٌ لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

4767. Dari Suwaid bin Ghaflah, ia berkata, "Ali AS berkata, 'Jika aku berkata tentang sesuatu yang kau dapatkan dari Rasulullah SAW, maka jatuh dari langit lebih aku sukai daripada aku berbohong atas nama beliau. Jika aku berbicara tentang permasalahan antara diriku dan kalian, maka sesungguhnya peperangan adalah sebuah tipu daya. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Akan muncul di akhir zaman segolongan manusia yang usianya masih muda, memiliki keinginan yang buruk. Mereka berbicara dengan mendasari pembicaraannya dengan hadits Nabi SA W. Mereka keluar dari Islam seperti lepasnya anak punah dari busur. Keimanan mereka tidak melewati kerongkongan mereka. Di manapun kalian menemui mereka, maka bunuhlah mereka. Sesungguhnya membunuh mereka adalah berpahala yang akan diberikan kepada orang yang membunuhnya pada hari Kiamat kelak." Shahih: Azh-Zhilal (914) Muttafaq 'Alaih.

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ قَالَ أَخْبَرَنِي زَيْدُ بْنُ وَهْبٍ الْجُهَنِيُّ أَنَّهُ كَانَ فِي الْجَيْشِ الَّذِينَ كَانُوا مَعَ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَام الَّذِينَ سَارُوا إِلَى الْخَوَارِجِ فَقَالَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَام أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَيْسَتْ قِرَاءَتُكُمْ إِلَى قِرَاءَتِهِمْ شَيْئًا وَلَا صَلَاتُكُمْ إِلَى صَلَاتِهِمْ شَيْئًا وَلَا صِيَامُكُمْ إِلَى صِيَامِهِمْ شَيْئًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَحْسِبُونَ أَنَّهُ لَهُمْ وَهُوَ عَلَيْهِمْ لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمْ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَوْ يَعْلَمُ الْجَيْشُ الَّذِينَ يُصِيبُونَهُمْ مَا قُضِيَ لَهُمْ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنَكَلُوا عَنْ الْعَمَلِ وَآيَةُ ذَلِكَ أَنَّ فِيهِمْ رَجُلًا لَهُ عَضُدٌ وَلَيْسَتْ لَهُ ذِرَاعٌ عَلَى عَضُدِهِ مِثْلُ حَلَمَةِ الثَّدْيِ عَلَيْهِ شَعَرَاتٌ بِيضٌ

4768. Dari Salamah bin Kuhail, ia berkata, "Zaid bin Wahb Al Juhani mengabarkan kepadaku bahwa ia pernah berada di dalam barasian tentara yang dipimpin oleh Ali RA. Saat itu, tujuan mereka adalah kaum Khawarij. Kala itu, Imam Ali RA berseru, 'Wahai kaum, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasululah SAW bersabda, "Akan muncul di kalangan umatku sekelompok orang yang membaca Al Qur'an. Bacaan kalian tidak berarti di hadapan banyaknya mereka membaca Al Qur'an, shalat mereka juga lebih banyak dibandingkan dengan shalat yang kalian laksanakan. Kemudian puasa mereka juga lebih banyak dibandingkan dengan puasa kalian. Mereka membaca Al Qur'an dan menyangka bahwa bacaan mereka baik untuk diri mereka, padahal bacaan tersebut memberikan madhahrat kepada mereka. Mereka lepas dari Islam seperti lepasnya anak panah dari busur. Jika saja orang-orang yang memerangi mereka tahu keutamaan memerangi mereka sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi SAW, maka mereka akan bermalas-malasan dalam beramal setelah melakukan peperangan. Ciri-cirinya adalah diantara mereka ada seorang laki-laki yang tangannya sangat gemuk dan terdapat bulu berwarna putih di pangkal lengannya. " Shahih isnad.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 30. Pembunuhan Terhadap Kaum Khawarij


عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الْإِسْلَامِ مِنْ عُنُقِهِ

4758. Dari Abu Dzar RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang memisahkan diri dari jama'ah (kelompok kaum muslimin) sejengkal saja, berarti ia telah menyingkirkan Islam dari lehernya." Shahih: Azh-Zhilal (892).

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَتَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ تَعْرِفُونَ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ أَنْكَرَ قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ هِشَامٌ بِلِسَانِهِ فَقَدْ بَرِئَ وَمَنْ كَرِهَ بِقَلْبِهِ فَقَدْ سَلِمَ وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نَقْتُلُهُمْ قَالَ ابْنُ دَاوُدَ أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا

4760. Dari Ummu Salamah (istri Nabi SAW), ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Akan ada diantara kalian pemimpin pemimpin yang kalian mengenalnya dan kalian mengingkarinya. Barangsiapa yang mengingkari dengan lisannya, berarti ia telah berlepas diri darinya. Dan barangsiapa yang berlepas diri dengan hatinya, maka ia akan selamat. Tetapi mereka yang ridha dan mengikuti.' Seseorang bertanya kepada Nabi SAW, 'Wahai Rasulullah, apakah kami boleh membunuhnya?' (Dalam riwayat lain disebutkan, 'Bolehkah kami memeranginya?') Rasulullah SAW menjawab, 'Tidak, selama mereka melaksana kan shalat'." Shahih: Muslim. At-Tirmidzi (2381)

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ قَالَ فَمَنْ كَرِهَ فَقَدْ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ فَقَدْ سَلِمَ قَالَ قَتَادَةُ يَعْنِي مَنْ أَنْكَرَ بِقَلْبِهِ وَمَنْ كَرِهَ بِقَلْبِهِ

4761. Dari Ummu Salamah, dari Nabi SAW... disebutkan hadits dengan makna yang sama. Namun dengan redaksi, "Barangsiapa yang tidak menyukai, berarti ia telah berlepas diri dan barangsiapa yang mengingkari, maka ia akan selamat. " Qatadah (perawi hadits) berkata, "Maksudnya adalah orang yang mengingkari dengan hatinya dan orang yang tidak menyukai dengan hatinya." Shahih: Muslim. Lihat hadits sebelumnya.

عَنْ عَرْفَجَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتَكُونُ فِي أُمَّتِي هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ وَهَنَاتٌ فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُفَرِّقَ أَمْرَ الْمُسْلِمِينَ وَهُمْ جَمِيعٌ فَاضْرِبُوهُ بِالسَّيْفِ كَائِنًا مَنْ كَانَ

4762. Dari Arfajah, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Akan menimpa umatku fitnah dan bid'ah, fitnah dan bid'ah serta fitnah dan bid'ah. Barangsiapa yang berusaha mencoba memecahkan persatuan kaum muslimin saat mereka berada dalam kondisi bersatumaka pukullah ia dengan pedang; siapapun dia." Shahih

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 29. Dajjal




عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ فَذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ إِنِّي لَأُنْذِرُكُمُوهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنِّي سَأَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلًا لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ تَعْلَمُونَ أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ

4757. Dari Ibnu Umar RA, ia berkata, "Suatu hari Rasulullah SAW berdiri dihadapan orang-orang, kemudian beliau memuji Allah SWT dan menjelaskan tentang Dajjal. Beliau bersabda, 'Aku sungguh-sungguh memberikan peringatan kepada kalian. Tidak ada seorangpun Nabi kecuali ia telah memberikan peringatan kepada kaumnya. Nabi Nuh AS telah memberikan peringatan kepada kaumnya, namun aku akan memberikan penjelasan kepada kalian tentang satu permasalahan yang belum pernah diungkap oleh seorang nabi-pun kepada kaumnya sebelum ini, Sesungguhnya ia (Dajjal) itu bermata juling, sedangkan Allah SWT tidaklah bermata juling. " Shahih: Muttafaq 'Alaih, Qishshah Dajjal.

28 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 27. Pertanyaan dan Siksa Kubur


عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا سُئِلَ فِي الْقَبْرِ فَشَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَلِكَ قَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ }

4750. Dari Barra' bin Azib, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seorang muslim jika ditanya di dalam kuburnya, maka ia akan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhamad SAW adalah utusan-Nya. Demikinlah penjabaran dari firman Allah, "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh..." (Qs. Ibraahiim [14]: 27) Shahih: Ibnu Majah (4269).

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ نَخْلًا لِبَنِي النَّجَّارِ فَسَمِعَ صَوْتًا فَفَزِعَ فَقَالَ مَنْ أَصْحَابُ هَذِهِ الْقُبُورِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَاسٌ مَاتُوا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ قَالُوا وَمِمَّ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ أَتَاهُ مَلَكٌ فَيَقُولُ لَهُ مَا كُنْتَ تَعْبُدُ فَإِنْ اللَّهُ هَدَاهُ قَالَ كُنْتُ أَعْبُدُ اللَّهَ فَيُقَالُ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ هُوَ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَمَا يُسْأَلُ عَنْ شَيْءٍ غَيْرِهَا فَيُنْطَلَقُ بِهِ إِلَى بَيْتٍ كَانَ لَهُ فِي النَّارِ فَيُقَالُ لَهُ هَذَا بَيْتُكَ كَانَ لَكَ فِي النَّارِ وَلَكِنَّ اللَّهَ عَصَمَكَ وَرَحِمَكَ فَأَبْدَلَكَ بِهِ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ دَعُونِي حَتَّى أَذْهَبَ فَأُبَشِّرَ أَهْلِي فَيُقَالُ لَهُ اسْكُنْ وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ أَتَاهُ مَلَكٌ فَيَنْتَهِرُهُ فَيَقُولُ لَهُ مَا كُنْتَ تَعْبُدُ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي فَيُقَالُ لَهُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ فَيُقَالُ لَهُ فَمَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيَضْرِبُهُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا الْخَلْقُ غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ

4751 - Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah masuk ke sebuah perkebunan Bani Najjar. Kemudian beliau mendengar suara sesuatu dan beliau terkejut. Setelah itu, beliau bertanya, 'Siapakah penghuni pekuburan ini?' Beberapa orang yang saat itu bersama Nabi menjawab, 'Wahai Rasulullah, mereka adalah orang-orang yang meninggal dunia pada masa Jahiliyah.' Maka Rasulullah SAW bersabda, "Berlindunglah kalian kepada Allah SWT dari siksa neraka dan dari fitnah Dajjal. "Mereka bertanya, "Dan selain itu wahai Rasulullah?" Rasulullah SAW menjawab, "Apabila seorang mukmin telah diletakkan di dalam kuburnya, maka datanglah seorang Malaikat kepadanya dan bertanya, 'Apakah yang telah kau sembah?' apabila Allah memberinya petunjuk, maka ia akan menjawab, Aku menyembah Allah!' Kemudian ia ditanya lagi, 'Siapakah laki-laki ini?' Ia menjawab, 'Ia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.' Setelah itu, ia tidak ditanya lagi. Kemudian ia dibawa menuju neraka. Dan dikatakan kepadanya, 'Ini adalah rumah yang semula disediakan untukmu, namun Allah melindungi dan memberimu rahmat lalu menggantikannya untukmu sebuah istana di surga!" Kemudian orang mukmin tersebut berkata, 'Biarkanlah aku pergi untuk mengabarkan berita gembira ini kepada keluargaku.' Maka dikatakan kepadanya, 'Tetaplah di tempatmu.' Dan apabila seorang kafir telah diletakkan di dalam kuburnya, maka seorang Malaikat mendatanginya dan menghardiknya seraya berkata, 'Siapakah yang kau sembah?' ia menjawab, Aku tidak tahu.' Maka dikatakan kepadanya, 'Kamu tidak tahu dan tidak akan mengikuti orang yang tahu!' Kemudian ditanyakan lagi kepadanya, 'Siapakah laki-laki ini?' Ia menjawab, 'Jawabanku sama seperti yang lain.' Maka Malaikat menghantamnya dengan gada besi diantara kedua telinganya, hingga ia melolong dan menjerit kesakitan dengan jeritan yang dapat didengar oleh makhluk selain jin dan manusia." Shahih: Ash-Shahihah (1344).

هَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيَقُولَانِ لَهُ فَذَكَرَ قَرِيبًا مِنْ حَدِيثِ الْأَوَّلِ قَالَ فِيهِ وَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ لَهُ زَادَ الْمُنَافِقَ وَقَالَ يَسْمَعُهَا مَنْ وَلِيَهُ غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ

4752. Dari Anas... dengan sanad yang sama meriwayatkan hadits yang serupa dengannya, ia berkata, "Apabila seorang hamba telah diletakkan di dalam kuburnya dan para sahabat meninggalkannya, maka ia dapat mendengar bunyi telapak sendal mereka, lalu dua Malaikat mendatanginya dan bertanya kepadanya... Adapun orang kafir dan munafik, maka keduanya mengatakan kepadanya... dapat didengar oleh makhluk selain jin dan manusia." Shahih: Muttafaq 'Alaih.

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَنَازَةِ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَانْتَهَيْنَا إِلَى الْقَبْرِ وَلَمَّا يُلْحَدْ فَجَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَلَسْنَا حَوْلَهُ كَأَنَّمَا عَلَى رُءُوسِنَا الطَّيْرُ وَفِي يَدِهِ عُودٌ يَنْكُتُ بِهِ فِي الْأَرْضِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا زَادَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ هَاهُنَا وَقَالَ وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ خَفْقَ نِعَالِهِمْ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ حِينَ يُقَالُ لَهُ يَا هَذَا مَنْ رَبُّكَ وَمَا دِينُكَ وَمَنْ نَبِيُّكَ قَالَ هَنَّادٌ قَالَ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ دِينِيَ الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ قَالَ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولَانِ وَمَا يُدْرِيكَ فَيَقُولُ قَرَأْتُ كِتَابَ اللَّهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ زَادَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ فَذَلِكَ قَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا } الْآيَةُ ثُمَّ اتَّفَقَا قَالَ فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ قَدْ صَدَقَ عَبْدِي فَأَفْرِشُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا قَالَ وَيُفْتَحُ لَهُ فِيهَا مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ وَإِنَّ الْكَافِرَ فَذَكَرَ مَوْتَهُ قَالَ وَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَأَفْرِشُوهُ مِنْ النَّارِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا قَالَ وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ زَادَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ قَالَ ثُمَّ يُقَيَّضُ لَهُ أَعْمَى أَبْكَمُ مَعَهُ مِرْزَبَّةٌ مِنْ حَدِيدٍ لَوْ ضُرِبَ بِهَا جَبَلٌ لَصَارَ تُرَابًا قَالَ فَيَضْرِبُهُ بِهَا ضَرْبَةً يَسْمَعُهَا مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ إِلَّا الثَّقَلَيْنِ فَيَصِيرُ تُرَابًا قَالَ ثُمَّ تُعَادُ فِيهِ الرُّوحُ

4753. Dari Al Baara' bin Azib, ia berkata, "Kami bersama Rasulullah SAW pernah mengiringi jenazah seorang yang berasal dari kalangan Anshar. Kemudian kami tiba di pemakaman. Setelah dimakamkan, beliau duduk di sisi kuburaan dan kami mengelilingi beliau; kami diam tidak bergerak seakan-akan di atas kepala kami ada seekor burung. Saat itu, Rasulullah SAW memegang sebatang kayu. Kemudian beliau mengangat kepalanya dan berkata, 'Mintalah perlindungan kepada Allah SWT dari adzab siksa kubur.' Rasulullah mengulangi pernyataannya hingga tiga kali.'Ketika mayyit mendengar suara sandal orang-orang yang meninggalkan areal pemakaman, ia akan ditanya, 'Siapakah Tuhanmu? apa agamamu? Dan siapakah nabimu?' (Dalam riwayat lain disebutkan dengan redaksi, "Datanglah dua malaikat dan mendudukannya, kemudian keduanya bertanya, 'Siapakah Tuhanmu?' Ia menjawab, 'Tuhanku adalah Allah.') Kemudian, keduanya bertanya lagi, 'Apa agamamu?' la menjawab, 'Agamaku Islam." Kemudian ditanya lagi, "Siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?" la menjawab, 'Dia adalah Rasulullah.' Ditanya lagi, 'Apa yang kamu ketahui?' Ia menjawab, 'Aku membaca Kitabullah, aku mengimaninya dan membenarkannya.' Inilah makna firman Allah SWT, 'Allah SWT memantapkan orang-orang yang beriman'." Rasulullah SAW melanjutkan sabdanya, "Kemudian ada suara dari langit, 'Benarlah apa yang dikatakan oleh hamba-Ku? Berilah ia hamparan permadani dari surga, bukakanlah baginya pintu menuju surga, berilah ia pakaian dari surga'. " Kemudian Nabi SA W berkata, "Saat itu, didatangkan untuknya wewangain surga dan kuburnya diluaskan seluas mata memandang." Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan lagi, "Jika seorang yang kafir meningal dunia, maka ruhnya akan dikembalikan kepada jasadnya. Saat itu datanglah dua malaikat dan mendudukannya. Keduanya bertanya, 'Siapakah Tuhanmu?' Ia menjawab, 'Ha, ha, ha,... aku tidak tahu.' Kemudian, kedua malaikat bertanya lagi, 'Apa agamamu?' Ia menjawab, 'Ha, ha, ha,... aku tidak tahu.' Kemudian kedua malaikat bertanya lagi, 'Siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?' Ia menjawab, 'Ha, ha, ha,..aku tidak tahu.' Setelah itu, terdengar suara dari langit, 'Ia telah berbohong. Berilah hamparan permadani dari neraka, berikanlah pakaian dari neraka dan bukakakanlah pintu neraka untuknya'. "Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan sabdanya, "Setelah itu, didatangkan untuknya rasa panas dan baunya neraka. Dan kuburnya disempitkan hingga tulang belulangnya berhimpitan. "Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa saat itu ia akan dibelengu dalam kondisi buta dan dan bisu disiksa dengan sebuah alat yang jika alat tersebut digunalkan untuk memukul gunung, maka gunung tersebut akan hancur menjadi debu. Kemudian ia dipukul dengan alat tersebut. Pukulan tersebut terdengat oleh makhluk dari ujung masyrik hingga ujung maghrib; kecuali manusia dan jin yang tidak mendengarnya. Dan ia hancur menjadi debu." Shahih.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 26. Tentang Telaga



عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَمَامَكُمْ حَوْضًا مَا بَيْنَ نَاحِيَتَيْهِ كَمَا بَيْنَ جَرْبَاءَ وَأَذْرُحَ

4745. Dari Ibnu Umar RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya di hadapan kalian terdapat sebuah telaga yang antara ujung yang satu dengan ujung yang lainnya seperti jarak antara daerah Jarba dan Adzruh. " Shahih: Azh-Zhilal (726 - 727) Muslim.

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَزَلْنَا مَنْزِلًا فَقَالَ مَا أَنْتُمْ جُزْءٌ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ جُزْءٍ مِمَّنْ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ قَالَ قُلْتُ كَمْ كُنْتُمْ يَوْمَئِذٍ قَالَ سَبْعُ مِائَةٍ أَوْ ثَمَانِ مِائَةٍ

4746. Dari Zaid bin Arqam, ia berkata, "Kami pernah bersama Rasulullah SAW. Kemudian kami beristirahat di sebuah tempat. Saat itu, beliau berkata, 'Kalian tidak mencapai satu bagian dari seratus ribu bagian yang datang kepadaku dan merasakan telaga.' Perawi berkata, Aku bertanya, 'Berapa jumlah kami saat itu?' Dia (Zaid bin Arqam) menjawab, 'Tujuh ratus atau delapan ratus orang'." Shahih: Ash-Shahihah (123). Azh-Zhilal (733).

سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ أَغْفَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِغْفَاءَةً فَرَفَعَ رَأْسَهُ مُتَبَسِّمًا فَإِمَّا قَالَ لَهُمْ وَإِمَّا قَالُوا لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ ضَحِكْتَ فَقَالَ إِنَّهُ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آنِفًا سُورَةٌ فَقَرَأَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ { إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ } حَتَّى خَتَمَهَا فَلَمَّا قَرَأَهَا قَالَ هَلْ تَدْرُونَ مَا الْكَوْثَرُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فِي الْجَنَّةِ وَعَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ عَلَيْهِ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ الْكَوَاكِبِ

4747. Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, "Suatu hari Rasulullah SAW tertidur. Ketika bangun, beliau tersenyum. Kemudian beberapa orang sahabat bertanya, 'Wahai Rasulallah, mengapa Anda tersenyum?' Beliau menjawab, 'Sesungguhnya telah turun semua surah kepadaku, "Kemudian beliau membaca surah Al Kautsar secara lengkap." Setelah selesai membaca surah Al Kautsar, beliau bertanya, 'Tahukah kalian yang dimaksud dengan Al Kautsar?' Mereka menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Rasulullah SAW menjelaskan, 'Al Kautsar adalah sebuah sungai (telaga) yang dijanjikan Allah SWT untukku di surga. Di dalamnya banyak terdapat kebaikan. Di dalamnya terdapat sebuah telaga yang bakal didatangi oleh umatku. Tempat minumnya sebanyak jumlah bintang di langit'. " Hasan'. Muslim

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ لَمَّا عُرِجَ بِنَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْجَنَّةِ أَوْ كَمَا قَالَ عُرِضَ لَهُ نَهْرٌ حَافَتَاهُ الْيَاقُوتُ الْمُجَيَّبُ أَوْ قَالَ الْمُجَوَّفُ فَضَرَبَ الْمَلَكُ الَّذِي مَعَهُ يَدَهُ فَاسْتَخْرَجَ مِسْكًا فَقَالَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْمَلَكِ الَّذِي مَعَهُ مَا هَذَا قَالَ الْكَوْثَرُ الَّذِي أَعْطَاكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

4748. Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, "Ketika Rasululah SAW melakukan Mi'raj dan menuju surga, diperlihatkan kepadanya sebuah sungai yang dihiasi dengan permata. Kemudian malaikat yang bersama beliau memegangnya, seketika keluarlah minyak misk. Saat itu, Rasulullah SAW bertanya kepada malakaiat yang berada bersamanya, 'Apakah ini?' Malaikat menjawab, 'Ini adalah telaga Al Kautsar yang diberikan Allah SWT untukmu'." Shahih: At-Tirmidzi (3597).

قَالَ شَهِدْتُ أَبَا بَرْزَةَ دَخَلَ عَلَى عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ فَحَدَّثَنِي فُلَانٌ سَمَّاهُ مُسْلِمٌ وَكَانَ فِي السِّمَاطِ فَلَمَّا رَآهُ عُبَيْدُ اللَّهِ قَالَ إِنَّ مُحَمَّدِيَّكُمْ هَذَا الدَّحْدَاحُ فَفَهِمَهَا الشَّيْخُ فَقَالَ مَا كُنْتُ أَحْسَبُ أَنِّي أَبْقَى فِي قَوْمٍ يُعَيِّرُونِي بِصُحْبَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ عُبَيْدُ اللَّهِ إِنَّ صُحْبَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَكَ زَيْنٌ غَيْرُ شَيْنٍ قَالَ إِنَّمَا بَعَثْتُ إِلَيْكَ لِأَسْأَلَكَ عَنْ الْحَوْضِ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ فِيهِ شَيْئًا فَقَالَ لَهُ أَبُو بَرْزَةَ نَعَمْ لَا مَرَّةً وَلَا ثِنْتَيْنِ وَلَا ثَلَاثًا وَلَا أَرْبَعًا وَلَا خَمْسًا فَمَنْ كَذَّبَ بِهِ فَلَا سَقَاهُ اللَّهُ مِنْهُ ثُمَّ خَرَجَ مُغْضَبًا

4749. Dari Abu Barzah, ia pernah datang mengunjungi Ubaidillah bin Ziyad, ada seseorang -yang dikenal dengan nama "Muslim" yang tengah berada dalam kelompok orang- berbicara kepadanya. Ketika Ubaidillah melihatnya, ia berkata, "Sesungguhnya salah satu dari kalangan Muhammad ini adalah seorang yang gemuk dan pendek." Maka Abu Barzah pun mengerti apa yang dikatakan Ubaidillah tersebut. Lantas Abu Barzah berkata, "Aku sangat tidak menyangka bisa tinggal bersama sebuah kaum yang mencelaku karena berkumpul dengan Muhammad SAW!" Ubaidillah berkata kepadanya, "Sesungguhnya persahabatan dengan Muhammad SAW adalah perhiasan (suatu kemuliaan) yang tidak ada celanya sama sekali!" dia berkata lagi, "Sesungguhnya aku datang kepadamu untuk menanyakanmu perihal telaga; aku dengar Nabi SAW pernah menyebut-nyebutnya?" Ubaidillah menjawab, "Benar, tidak hanya satu kali, dua kali, tiga kali, empat kali, atau lima kali, karena itu barangsiapa yang mendustakannya, maka Allah tidak akan memberinya minum darinya." Kemudian ia keluar dalam keadaan emosi. Shahih: Azh-Zhilal (700) dan (702-703)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 25. Penciptaan Surga Dan Neraka


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْجَنَّةَ قَالَ لِجِبْرِيلَ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ أَيْ رَبِّ وَعِزَّتِكَ لَا يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا ثُمَّ حَفَّهَا بِالْمَكَارِهِ ثُمَّ قَالَ يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ أَيْ رَبِّ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لَا يَدْخُلَهَا أَحَدٌ قَالَ فَلَمَّا خَلَقَ اللَّهُ النَّارَ قَالَ يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ أَيْ رَبِّ وَعِزَّتِكَ لَا يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ فَيَدْخُلُهَا فَحَفَّهَا بِالشَّهَوَاتِ ثُمَّ قَالَ يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ أَيْ رَبِّ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لَا يَبْقَى أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا

4744. Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Setelah Allah SWT menciptakan surga, Dia berkata kepada Jibril AS, 'Pergi dan lihatlah!" Kemudian Jibril pergi dan melihatnya. Dan berkata, 'Demi keagungan-Mu, sesungguhnya tidak ada satupun yang pernah mendengarnya kecuali pasti ingin memasukinya.' Lalu jalan menuju surga dihiasi dengan berbagai rintangan. Setelah itu, Allah SWT berkata lagi kepada Jibril AS, 'Sekarang lihatlah!' Kemudian Jibril melihatnya dan berkata, 'Wahai Tuhanku, aku khawatir tidak akan ada yang bakal dapat memasukinya'. " Kemudian Rasulullah SAW meneruskan sabdanya, "Setelah Allah SWT menciptakan neraka, Dia berkata kepada Jibril AS, 'Pergi dan lihatlah!' Maka Jibril pergi dan melihatnya. Ketika datang, Jibril berkata, 'Demi keagungan-Mu, tidak ada satupun yang pernah mendengarnya kecuali ia tidak akan mau memasukinya.' Lalu jalan menuju neraka dihiasi dengan hal-hal yang menyenangkan (syahwat). Setelah itu, Allah SWT berkata lagi, 'Sekarang pergi dan lihatlah.' Jibril AS pun pergi dan melihatnya. Setelah datang, ia berkata, 'Demi keaagungan-Mu. Aku khawawatir semuanya akan masuk ke dalamnya'." Shahih: At-Tirmidzi (2698).

Minggu, 08 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 24. Hari Kebangkitan dan Peniupan Sangkakala



عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصُّورُ قَرْنٌ يُنْفَخُ فِيهِ

4742. Dari Abdullah bin Umar RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "As-shur adalah sangkakala yang ditiup." Shahih: At-Tirmidzi (3472).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلَّ ابْنِ آدَمَ تَأْكُلُ الْأَرْضُ إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ

4743. Dari Abu Hurairah RA, bahwa RasuluUah SAW bersabda, "Sesungguhnya setiap jasad manusia akan dimakan tanah kecuali pangkal tulang ekor. Darinyalah mereka diciptakan dan darinya juga mereka di rangkai kembali." Shahih: Ibnu Majah (4266).

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 23. Menjelaskan Tentang Syafa'at



عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ شَفَاعَتِي لِأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِي

4739. Dari Anas bin Malik RA; dari Nabi SAW; Beliau bersabda, "Syafa'atku untuk orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar dari umatku." Shahih: Al Misykah; (5598 - 5599). Azh-Zhilal (830 - 832).

حَدَّثَنِي عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ النَّارِ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَيُسَمَّوْنَ الْجَهَنَّمِيِّينَ

4740. Dari Imran bin Hushain, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Dikeluarkan segolongan manusia dari neraka dengan sebab syafa'at Nabi Muhammad SAW. Kemudian mereka masuk ke dalam surga. Dan mereka dikenal dengan sebutan Al Jahannamiyyin." Shahih: Ibnu Majah (4315), Al Bukhari.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَأْكُلُونَ فِيهَا وَيَشْرَبُونَ

4741. Dari Jabir RA, ia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya penduduk surga menikmati makanan dan minuman di dalamnya." Shahih: Muslim.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 22. Tentang Al Qur'an




عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْرِضُ نَفْسَهُ عَلَى النَّاسِ فِي الْمَوْقِفِ فَقَالَ أَلَا رَجُلٌ يَحْمِلُنِي إِلَى قَوْمِهِ فَإِنَّ قُرَيْشًا قَدْ مَنَعُونِي أَنْ أُبَلِّغَ كَلَامَ رَبِّي

4734. Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, "Suatu hari Rasulullah SAW pernah menawarkan diri dalam sebuah kondisi dan berkata, "Tidak adakah diantara kalian yang mau mengantarkanku kepada kaumnya? Sesungguhnya masyarakat Quraisy telah melarangku menyampaikan pesan Tuhanku." Shahih: Ibnu Majah (201).

عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ وَسَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ وَعَلْقَمَةُ بْنُ وَقَّاصٍ وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ وَكُلٌّ حَدَّثَنِي طَائِفَةً مِنْ الْحَدِيثِ قَالَتْ وَلَشَأْنِي فِي نَفْسِي كَانَ أَحْقَرَ مِنْ أَنْ يَتَكَلَّمَ اللَّهُ فِيَّ بِأَمْرٍ يُتْلَى

4735. Dari Ibnu Syihab, ia berkata, "Urwah bin Zubair, Sa'id bin Al Musayyab, Alqamah bin Waqash dan Ubaidillah bin Abdullah menyampaikan kepadaku tentang kejadian yang menimpa Aisyah RA —masing-masing menyampaikan haditsnya—, Aisyah berkata, "Permasalahanku pada diriku lebih hina (tidak patut) untuk Allah bicarakan mengenaiku dengan sesuatu yang dibaca (dalam Al Qur'an)!" Shahih: Muttafaq 'Alaih.

عَنْ عَامِرِ بْنِ شَهْرٍ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ النَّجَاشِيِّ فَقَرَأَ ابْنٌ لَهُ آيَةً مِنْ الْإِنْجِيلِ فَضَحِكْتُ فَقَالَ أَتَضْحَكُ مِنْ كَلَامِ اللَّهِ

4736. Dari Amir bin Syahr, ia berkata, "Ketika aku berada bersama Najasy, salah seorang anaknya membacakan salah satu ayat dari injil. Kemudian aku tertawa. Saat itu, ia berkata, "Apakah kamu menertawakan kalamullah?" Shahih: Muttafaq 'Alaih.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ ثُمَّ يَقُولُ كَانَ أَبُوكُمْ يُعَوِّذُ بِهِمَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَقَ قَالَ أَبُو دَاوُد هَذَا دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ الْقُرْآنَ لَيْسَ بِمَخْلُوقٍ

4737. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, "Rasulullah SAW pernah berdoa meminta perlindungan untuk Hasan dan Husein dengan kalimat, "U'iidzukumaa bikalimaatillaahit taammmati min kulli syaithaani, wahaammati wamin kulli ainin laammatin {aku memohon perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap kejahatan syetan dan binatang buas yang mematikan, dan dari setiap mata yang hasud): Kemudian beliau berkata, "Dahulu ayah kalian (Ibrahim AS) pernah berdoa dengannya, memohon perlindungan untuk Ismail dan Ishaq." Abu Daud berkata, "Hal ini menjadi dalil bahwa Al Qur'an bukanlah makhluk." Shahih: Ibnu Majah (3525).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَكَلَّمَ اللَّهُ بِالْوَحْيِ سَمِعَ أَهْلُ السَّمَاءِ لِلسَّمَاءِ صَلْصَلَةً كَجَرِّ السِّلْسِلَةِ عَلَى الصَّفَا فَيُصْعَقُونَ فَلَا يَزَالُونَ كَذَلِكَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ جِبْرِيلُ حَتَّى إِذَا جَاءَهُمْ جِبْرِيلُ فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالَ فَيَقُولُونَ يَا جِبْرِيلُ مَاذَا قَالَ رَبُّكَ فَيَقُولُ الْحَقَّ فَيَقُولُونَ الْحَقَّ الْحَقَّ

4738. Dari Abdullah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Jika Allah SWT menyampaikan wahyu, maka makhluk yang ada di langit mendengar di langit seperti ada suara gemerincing besi yang beradu. Mereka dilanda ketakjuban. Mereka terus berada dalam kondisi yang demikian hingga datangnya jibril AS. Setelah datangnya Jibril AS, maka hilanglah kekagetan mereka. Kemudian mereka bertanya, "Wahai Jibril, apa yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?' Jibril AS menjawab, "Kebenaran." Kemudian mereka berkata, "Kebenaran..kebenaran." Shahih: Ash-Shahihah (1293). Bukhari. Mauquf, marfu dari Abu Hurairah, dan telah berlalu secara ringkas (3989)